on 02.26


VIVAnews - Suatu waktu, Eric Horvitz, hendak mengunjungi seorang pasien di Rumah Sakit Stanford. Horvitz lalu menaiki elevator. Namun di ujung elevator, Horvitz terhambat sebuah robot seukuran mesin cuci yang tak bisa bergerak maju.

"Saya berpikir, ini menakutkan," ujarnya. "Lalu saya berpikir, bagaimana jika saya seorang pasien yang harus buru-buru berobat? Ada isu besar di sini," ujarnya.

Gambaran itu mungkin jauh dari bayangan menakutkan dari film "the Terminator" yang menceritakan robot pembunuh manusia. Namun sebentar lagi, kemunculan robot-robot sederhana yang murah untuk membuat susu sudah tak terelakkan lagi.

Namun ada persoalan yang belum terjawab, bagaimana jika robot menyerang Anda, menginjak kaki Anda atau meninju bayi Anda? Memang tak semenyeramkan "Terminator" namun tak mustahil tindakan robot ini berakibat fatal.

"Semakin kita tergantung kepada sistem yang otomatis, kita harus memikirkan implikasinya. Ini bagian dari pertanggungjawaban ilmuwan," ujar Horvitz.

Horvitz sudah membentuk sebuah tim ilmuwan awal tahun ini ketika dia masih menjabat Presiden Asosiasi Pengembangan Kepintaran Artifisial. Dia menyuruh tim itu menyelidiki masa depan interaksi manusia dengan robot.

Selama bertahun-tahun, robot dimanfaatkan di luar rumah. Robot mendeteksi bom, merakit mobil atau mengantarkan bahan makanan. Belakangan muncul robot-robot sederhana untuk pekerjaan rumah seperti memotong rumput, membersihkan debu, sistem pengawasan rumah dan bahkan untuk hiburan.

Tahun 2015, diperkirakan penjualan robot pribadi ini mencapai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 50 triliun. "Anda akan melihat lebih banyak robot yang menolong merawat rumah. Robot akan membersihkan lantai, memasukkan makanan ke dalam kulkas, dan membawa barang-barang dari mobil," ujar Colin Angle, Chief Executive Officer iRobot Corp.

Dan robot-robot itu semakin lama semakin canggih. Mereka bahkan nantinya, seperti program komputer, bisa dipasang perangkat lunak yang lebih canggih. Robot-robot pun semakin otonom.

Namun, kecanggihan itu tentu tak serta-merta bisa menghilangkan implikasi yang bisa muncul. Dan belum ada aturan hukum yang berwenang mengatur robot-robot itu. Diskusi mengenai ini kemudian mengarah ke sebuah karya fiksi sains karya Isaac Asimov yang menyebut "Tiga Hukum Robotik" pada tahun 1942.

Hukum Asimov pertama adalah, bahwa robot tak bisa membahayakan. Hukum ini menjadi pertimbangan terbesar saat mengembangkan robot pribadi.

"Jika robot semakin otonom dan bisa membuat keputusan sendiri, apa yang terjadi jika dia tak melaksanakan apa keinginan persis dari seorang manusia?" ujar George Bekey, peneliti robot dan Guru Besar Emeritus di University of Southern California.

Belum lagi, ketika robot semakin akrab dengan manusia, akan muncul ikatan tertentu. Banyak pemilik robot "Roombas" yang membantu di rumah, memberi robotnya nama dan mendekorasinya. Bahkan prajurit Amerika memberi nama robot untuk pembersih ranjau dengan nama Scooby.

Interaksi-interaksi semacam itulah yang akan diteliti tim yang dibentuk Horvitz. Tim ini juga menyarankan robot harus didesain dengan kemampuan menjelaskan alasan mereka ke manusia.

Dan ketika tim ini bekerja, Horvitz sudah melihat cara mengatasi kekhawatirannya. Di elevator tempat dia terjebak bersama sebuah robot, sudah tertulis sebuah papan peringatan: "Mohon Jangan Menaruh Robot di Elevator." (AP)

Wow... Pengguna Facebook Tembus 350 Juta

on 05.35


JAKARTA, KOMPAS.com — Facebook semakin mengukuhkan diri sebagai layanan jejaring sosial paling populer saat ini dengan meraih 350 juta pengguna. Angka tersebut diungkapkan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook dalam blog resmi layanan tersebut.

"Ini merupakan tahun yang terdahsyat karena membuat dunia lebih terbuka dan saling terhubung. Berkat bantuan Anda, lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia menggunakan Facebook untuk berbagi kehidupan mereka secara online," ujar Zuckerberg dalam kalimat pertama artikel blog yang ditulisnya pada Rabu (2/12).

Menurutnya, faktor yang membuat Facebook menjadi sepopuler itu adalah fitur-fitur yang fokus pada kebutuhan pengguna untuk berbagi dan mengatur informasi pribadi. Namun, ia menyadari bahwa kebutuhan privasi menjadi perhatian utama ketika pengguna semakin banyak dan informasi yang beredar sangat banyak.

"Kami akan menambahkan sesuatu yang sudah banyak Anda minta, yaitu kemampuan untuk mengendalikan siapa saja yang bisa melihat setiap konten yang Anda buat atau upload," ujarnya. Dalam waktu dekat, Facebook akan menyediakan kombinasi pengaturan privasi yang lebih banyak sehingga pengguna bisa memilah sesuai kebutuhannya, apakah pesan, foto, video, atau konten lain di Facebook boleh dilihat semua orang atau hanya teman.

5 Ponsel Ekstrim Paling Ciamik

on 05.30


Selalu ada segmen khusus bagi ponsel yang didesain tahan banting. Para petualang dan mereka yang gemar melakukan aktivitas outdoor, tentu membutuhkan sarana komunikasi yang andal dan tak mudah rusak sekalipun kena gangguan di alam liar seperti terendam air, lumpur atau jatuh dari ketinggian.

Vendor ponsel cukup sering merilis ponsel khusus menghadapi kondisi paling ekstrim. Namun tentunya selain tahan banting, ponsel seperti ini seharusnya juga dibekali fitur dan desain yang tidak kacangan.

Deretan lima ponsel tahan banting berikut dinilai mampu memadukan ketangguhan dengan kenyamanan fitur berikut desain berkelas, sehingga user tidak mati gaya. Apa saja keunggulannya?

5. Samsung B2100 Xtreme

B2100 adalah edisi terbaru ponsel tahan banting Samsung. Tak seperti ponsel ekstrim umumnya yang desainnya sangat maskulin, Xtreme tampil dengan bodi gaya berbalut warna merah. Meski fiturnya biasa saja, namun kelebihannya justru pada kemudahan penggunaan sekaligus hemat daya.

Ponsel ini memenuhi standar militer Amerika Serikat, MIL-STD-810F, sehingga tahan air, garam, kabut, kelembapan, kejut dan temperatur ekstrim. Ada fitur torch light sebagai pengganti senter saat bertualang di kegelapan. Soal fitur juga lumayan, dibekali kamera 1,3 megapiksel ataupun pemutar musik yang cukup nyaman didengar.

4. Land Rover S1

Pernah membayangkan sebuah ponsel yang tetap baik-baik saja meski diinjak gajah? Ponsel dengan ketahanan seperti itu sudah diwujudkan di Inggris oleh perusahaan Land Rover yang memproduksi ponsel S1. Uji coba lainnya dengan dimasukkan dalam lumpur dan 'dimasak' dalam oven. Hasilnya, ponsel tetap saja moncer.

Desainnya sangar, mencerminkan kehidupan alam liar yang ganas. Soal fitur, ponsel ini cukup lengkap meski tak bisa dibilang kelas atas. Ada kamera 2 megapiksel untuk mengabadikan petualangan di alam liar, fitur navigasi A GPS, dan baterai tahan lama.

3. Casio G'zOne Boulder

Ponsel Casio G'zOne Boulder juga memenuhi standarisasi militer layaknya ponsel tangguh lainnya, sehingga dijamin mampu bertahan dalam kondisi sangat ganas. Namun desain flipnya terlihat trendi, bahkan ada fasilitas layar eksternal pula.

Pun soal fitur, G'zOne Boulder cukup memuaskan, bahkan melebihi apa yang ditawarkan ponsel sejenis. Ponsel ini didukung kamera digital 1,3 megapiksel, support EV-DO Rev. A sampai kompas elektronik. Fitur multimedianya, soal musik dan video, terhitung mumpuni.

2. Motorola Clutch i465

Motorola cukup sering menghadirkan ponsel tangguh, misalnya jenis Clutch i465 yang edar di Amerika Serikat. Nah keistimewaan dari ponsel ini dibanding jenis ponsel sejenis, adalah bodi atraktif dengan keyboard full QWERTY. Ini tentunya jadi pilihan bagi mereka yang tetap memperhitungkan gaya pada ponsel tahan banting.

Fasilitas di dalamnya memang tidak istimewa, namun mudah digunakan. Ada fitur bluetooth, push to talk, dan kamera VGA. Motorola Clutch i465 dijamin tahan segala macam arena juga diberi sertifikasi standar militer AS.

1. Sonim XP3 Quest

Sonim dikenal rajanya ponsel tahan banting dan XP3 Quest adalah salah satu ponsel tertangguh besutan mereka. Ponsel ini lolos uji sertifikasi militer yang membuatnya tahan dimasukkan ke kedalaman air, tahan debu, dan tahan panas. Tombol keypad-nya telah diujicoba dan tahan sampai 500.000 kali tekanan.

Desainnya yang didominasi warna kuning yang maskulin dan solid, mencerminkan ketangguhan ponsel ini. Ada fasilitas kamera 2 megapiksel, bluetooth, GPS sampai MP3 untuk memberi hiburan saat berpetualang atau melakukan aktivitas di luar rumah.

Bagaimana menurut Anda, punya versi lain yang lebih ekstrim?

Kentut Berujung ke Pengadilan

on 05.25


TEMPO Interaktif, Jakarta - Hati-hati dengan kentut anda, bukan tidak mungkin berujung ke pengadilan sebagaimana kasus di rumah susun ini. Kisah ini berawal saat Omy Busytoni berada di rumah susun di kawasan Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, pada 27 Juli lali.

"Saat itu saya dan teman saya tengah berbincang," katanya. Tiba-tiba perutnya terasa sakit. Omy mengaku benar-benar ingin kentut.

Tak enak ada temannya, Omy pun keluar kamar menuju lorong rusun. Di tempat itulah ia buang angin.

Nahas, ternyata ada seorang penghuni bernama Hotmin Sitohang yang mendengar kentut Omy. "Padahal jarak saya dan dia jauh, sekitar 12 meter," kata Omy.

Tak terima, Hotmin pun menegur Omy sambil mencekik leher Omy. Omy berusaha melepaskan cekikan dengan menggigit tangan Hotmin. Kejadian itu diperparah dengan kehadiran Yurmina Samosir, istri Hotmin. Melihat tangan suaminya digigit Omy, ia pun balas menggigit Omy.

"Saya tidak terima dengan perlakuan Hotmin dan istrinya, jadi saya pun melapor ke polisi," kata Omy.

Sedang versi Yurmina Samosir, saat itu Omy sangat arogan. "Dia justru balik marah denga sikap arogan," kata Yurmina. Bahkan Omy pun, lanjut Yurmina, sempat bilang, "Kentut, kentut saya, apa urusan kamu." Padahal, Omy sendiri bukan penghuni tetap rusun itu.

Yurmina pun mengaku sudah berusaha untuk berdamai. "Tapi ganti rugi yang diminta mahal sekali, sampai Rp 6 juta," katanya. Ia dan suaminya hanya mampu membayar Rp 400 ribu. "Uang dari mana, kami ini hanya pemulung," katanya.

Ketua majelis hakim, Setiadi, sempat menawarkan perdamaian saat persidangan pertama, Kamis (3/12), untuk meringankan Hotmin dengan cara meminta maaf kepada Omy. Namun Hotmin tetap enggan meminta maaf karena beranggapan dirinya sudah menjadi korban penganiayaan.

Bahkan, Hotmin pun sudah melaporkan balik Omy ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Nah... panjang kan urusannya.

Ratusan Siswa SD Rayakan Hari Cuci Tangan seDunia 2009

on 07.28

Oktober 15, 2009 - 17:23

KARAWANG (Pos Kota) – Ratusan siswa SD di Karawang diberi sabun untuk mencuci tangannnya, secara langsung dipraktekkan oleh gurunya masing-masing di sekolah.

Hal itu dilakukan secara serentak sebagai salah satu upaya upaya mengkampanyekan gerakan cuci tangan dengan sabun sejak dini, menjelang makan.

Pemkab Karawang melalui Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) menggelar kegiatan Peringatan Hari Cuci Tangan Dengan Sabun Sedunia Tahun 2009. Pencanangan kampanye tersebut dilakukan oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar di Plaza Pemda Karawang, Kamis (15/10)

Kampanye gerakan cuci tangan dengan sabun di Kabupaten Karawang dilakukan dengan mengumpulkan ratusan siswa SD dari berbagai sekolah di Kabupaten Karawang.

Mereka selanjutnya diberikan sabun dan selebaran serta diberikan pengarahan mengenai tata cara mencuci tangan dengan sabun dan mempraktekkannya secara langsung.

Bupati Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dalam upaya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak dini. ”Diharapkan melalui kegiatan ini, anak-anak sudah memiliki pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak dini,” tuturnya.

Bupati melanjutkan, mengajari mengenai kebiasaan-kebiasaan yang baik perlu dilakukan sejak dini saat mereka masih kanak-kanak. Dengan demikian, kebiasaan-kebiasaan baik tersebut akan tertanam dalam pikiran mereka sehingga terbawa hingga mereka dewasa nanti.

Menurut Bupati, hal ini telah terbukti karena terjadi pada dirinya sendiri, dimana sejak kecil selalu dibiasakan untuk mencuci kaki, muka, dan sikat gigi sebelum tidur. ”Hingga saat ini, saya tidak akan bisa tidur bila saya belum mencuci kaki, muka dan sikat gigi terlebih dahulu,” tambahnya.

Okeh....!!!

on 07.15